Rancang Bangun Sistem Buka Tutup Otomatis Kotak Penjemur Kulit Sapi Berbasis Mikrokontroler Esp32 Indonesia

Main Article Content

Khairunnisa
Dodon Yendri

Abstract

Proses pengeringan kulit sapi merupakan langkah penting dalam pembuatan produk kerupuk kulit, terutama di Sumatera Barat. Pengeringan tradisional menggunakan sinar matahari memakan waktu lama, bergantung pada cuaca, dan membutuhkan pengawasan intensif. Sementara itu, metode pengeringan dengan oven atau heater memerlukan konsumsi energi yang besar dan kurang ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pengering kulit sapi otomatis berbasis mikrokontroler ESP32 yang dapat menyesuaikan metode pengeringan sesuai kondisi cuaca. Sistem ini dilengkapi dengan sensor BH1750 untuk mendeteksi intensitas cahaya, sensor hujan untuk mendeteksi keberadaan air hujan, dan sensor DHT22 untuk memantau suhu serta kelembapan di dalam kotak pengering. Selain itu, sensor load cell digunakan untuk mengukur berat kulit sapi secara berkala hingga mencapai tingkat kekeringan yang diinginkan. Sistem dirancang untuk melakukan pengeringan menggunakan sinar matahari pada kondisi cuaca cerah, dan beralih ke metode pengeringan dengan heater ketika cuaca buruk. Pengendalian suhu dan kelembapan pada mode pengeringan dengan heater dilakukan menggunakan logika fuzzy untuk mengatur kipas dan heater secara efisien. Notifikasi real-time mengenai kondisi kulit sapi, suhu, kelembapan, dan beratnya dikirimkan kepada pengguna melalui bot Telegram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini dapat beroperasi secara otomatis sesuai dengan kondisi lingkungan, meminimalkan konsumsi energi, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pengeringan.

Article Details

How to Cite
[1]
Khairunnisa and D. Yendri, “Rancang Bangun Sistem Buka Tutup Otomatis Kotak Penjemur Kulit Sapi Berbasis Mikrokontroler Esp32: Indonesia”, chipset, vol. 6, no. 01, pp. 30-37, Apr. 2025.
Section
Articles

References

[1] F. B. Lilir, C. K. M. Palar, dan N. N. Lontaan. 2021. Pengaruh lama pengeringan terhadap proses Pengolahan kerupuk kulit sapi. Jurnal zootec vol. 41, no. 1, pp. 214–222.
[2] L. Zulyanda, jamaluddin, dan azhar. 2023. Rancang Bangun Sistem Kontrol Temperatur Alat Pengering Kulit Sapi Dengan Pengendali Pid. Jurnal Tektro.vol. 7, no. 1.
[3] K. Umi. 2021. Rancang Bangun Alat Dengan Sistem Buka Tutup Pada Jemuran Kerupuk Putih Baraya Menggunakan Esp32 Dan Website. Politeknik Harapan Bersama. Tegal.
[4] I. Norman, dan A. Ardy Pranowo. 2021. Pengaruh Pengaturan Emisi Buang Terhadap Peningkatan Efisiensi Pembakaran Pada Oven. Jurnal ilmiah momentum. vol. 17, no. 1, pp. 1–6.
[5] F. Rahman. 2019. Prototype Sistem Penjemuran Kerupuk Kulit Menggunakan Metode Fuzzy Logic Proposal Tugas Akhir Sistem Komputer. Universitas Andalas
[6] Y. Multri Meisya dan D. Yendri. Apr 2022. Rancang Bangun Sistem Pengering Bengkuang Sebagai Olahan Keripik Berbasis Mikrokontroler. vol. 3, no. 01, pp. 45–57, doi: 10.25077/chipset.3.01.45-57.2022.
[7] L. Aditya dan D. Wahyudin. 2021. Lemari Pengering Pakaian Menggunakan Heater Berbasis Arduino Mega 2560. Jurnal Ilmiah Elektrokrisna, vol. 9, no. 2, pp. 1–10.